jump to navigation

Balada Garam dan Gula 27 March 2010

Posted by arcello in Uncategorized.
6 comments

HMCL1760Arcello kami sudah beranjak ke usia satu tahun lebih. Selama itu juga kami seringkali terlibat silang pendapat tentang proses ataupun cara mengasuh Arcello. Yang paling sering menyeruak ke permukaan adalah masalah pola makan Arcello, khususnya menyangkut menu makanan padat sebagai pendamping ASI tentu saja.

Saat ini Arcello sudah bisa maem nasi kasar yang agak dihaluskan. Bingung…?? Maksudnya adalah nasi biasa tapi dilembutkan dulu di piring dengan menggunakan sendok makan. Menunya adalah nasi putih, sayuran, wortel, tempe atau tahu, ikan tuna ditambah dengan air kuah rebusan sayuran + wortel tadi. Dan sepertinya Arcello suka dengan menu tersebut, itu bisa dilihat dari habisnya semangkok kecil jatah makan yang disediakan Mama-nya.
Lalu…apa yang menjadi permasalahannya ? Bukannya kalau anak lahap makan itu malah menyenangkan sekaligus menenangkan orang tuanya ?
Setuju…., saya dan istri memang amat bersyukur bahwa Arcello dikondisikan oleh Allah SWT agar tidak susah makannya. Yang jadi permasalahannya adalah menyangkut dua kata….garam dan gula. Loh kok…??

Saya sebagai Papa-nya Arcello menginginkan agar menu makan dari putera semata wayang kami itu mbo’ ya…dibumbui garam atau gula sedikit, biar makanannya Arcello lebih bercita-rasa. Harapan terbesar saya tentu saja agar lidah Arcello bisa merasakan “minimal” gurihnya menu makanannya. Dan hasil akhirnya nanti adalah nafsu makan Arcello makin bertambah, atau minimal dia tidak merasa bosan dengan menu masakan yang rasanya tawar ( karena tidak pakai garam atau gula ).

Nah…istri saya, yang mempunyai status kodrati sebagai Mama-nya Arcello punya pendapat lain. Katanya, “Arcello jangan dikasih garam atau gula dulu….” Saya langsung saja merespon, ” Lah…kalau nggak diberi garam atau gula rasanya kan tawar, emang enak apa makan makanan yang rasanya tawar….kan kasihan Arcello “. Istri saya dengan bijak membalas, ” Pa…pencernaannya Arcello itu belum siap untuk menerima garam atau gula. Bisa-bisa…ntar dia kena gangguan pencernaan lagi…”. Kemudian saya dengan agak egoistis balik bertanya, ” Aahh…tahu darimana Mama….?? “. Dan dengan senyum keibuan, istri saya menjawab cukup telak, ” Makanya Papa…punya internet jangan buat FB-an melulu, cari dong artikel-artikel seputar anak dan bayi “. Waduh….cukup menohok juga jawaban istri saya tercinta itu. Hehehe….ternyata selama ini istri saya lebih effektif dan effisien dalam pemakaian internet.

Karena didera rasa malu plus penasaran, saya mulai searching tentang penambahan garam dan gula sebagai penyedap di menu makanan balita. Dan di satu artikel saya dapatkan info kalau untuk anak usia di atas satu tahun memang harus dibatasi penggunaan gula dan garam. Konsumsinya adalah tidak lebih dari 1/6 jumlah maksimal untuk oarng dewasa sehari atau kurang dari 1 gram. Ahaaa…..ketemu juga.

Langsung saya hampiri istri saya yang lagi bengong nonton infotaiment, dan saya minta dia untuk ikut membaca artikel yang saya temukan tersebut. ” Pa….ini kan ada kalimat…untuk balita batasi penggunaan garam atapun gula. Jadi Mama pikir lebih baik jika Arcello jangan dikasih garam dan gula dulu….ntar kalau dia udah berumur satu setengah tahun deh….Mama coba kasih sedikit demi sedikit ” begitu komentar istri saya. Lah…umur satu setengah tahun ama sekarang ( Arcello saat ini berumur satu tahun lebih satu bulan ) apa bedanya. Kasihan amat Arcello sampai sekarang belum pernah merasakan rasanya garam dan gula. Gitun juga harus menunggu lagi selama empat bulan, tega amat seh. Itulah serangan balik yang saya lontarkan untuk meluluhkan hati dan tekad istri saya tadi. Dan proses diskusi yang dibumbui dengan sedikit debat-debat kecil itupun terjadi sampai memakan waktu dua hari.

Di hari ketiga, giliran istri saya yang menghampiri saya sambil membawakan secangkir kopi hangat. Waahh…pasti mau ngomong’in masalah garam dan gula neh…., pikir saya. Walaupun pada awal obrolan istri saya cuma berbicara seputar gosip-gosip artis ibukota, akhirnya dia sampai juga ke pokok permasalahan utama. Dan kesimpulannya adalah…istri saya akhirnya mau memberikan garam ke menu makanannya Arcello dengan berbagai catatan. Pertama, jumlahnya haruslah sedikit….sekedar untuk menambah cita rasa makanannya Arcello. Kedua, dia juga minta agar kami berdua sama-sama berkonsentrasi penuh untuk terus memantau apabila terjadi perubahan akibat pemberian garam tadi, misalnya bentuk dan warna pups’nya Arcello, kondisi perut Arcello…apakah dia merasa kesakitan di area perut atau tidak, dan kondisi suhu tubuh Arcello…apakah ada gejala demam atau tidak. Satu lagi yang dia minta sebagai pra-syarat mutlak. Di hari Sabtu depan dimana bertepatan dengan jadwal imunisasinya Arcello, kami berdua diwajibkan untuk berkonsultasi dengan dokter anak tentang pemberian garam dan gula pada menu makanannya Arcello.

Saya menjawab mantap, setuju…..it’s deal…..!!

Akhirnya setelah berkonsultasi dengan dokter, dan juga disertai berbagai syarat yang istri saya ajukan, Arcello mulai bisa merasakan perbedaan di menu makannya. Kalau dulu rasanya tawar dan agak hambar, sekarang rasanya agak gurih. Dan dari pengamatan beberapa hari, Arcello bisa kami pastikan dalam kondisi yang baik-baik saja. Senangnya melihat Arcello makin doyan maem, cuman sayang…..secangkir kopi hangat kesukaan saya di kala duduk-duduk santai seperti sekarang ini kok nggak datang-datang juga. Ahh…rupanya si pembuat kopi yang paling enak sedunia sedang menyuapi Arcello sambil bercanda-canda kecil.

Advertisements

LEBARAN – LEtih BAreng ANak 21 March 2010

Posted by arcello in Uncategorized.
add a comment

Lebaran tahun ini sungguh berbeda dengan lebaran tahun-tahun sebelumnya. Yup…, lebaran sekarang status saya sudah berubah 180 derajat menjadi seorang ayah. Dan tentu saja, ini adalah kali pertama saya ber-lebaran di kampung bersama dengan anak saya tercinta Arcello yang sudah berumur 1 tahun.

Bagaimanakah rasanya pertama kali mudik dengan didampingi anak – istri terkasih ? Wuiiihhh…capek. Ya…., pertama yang saya rasakan adalah letih dan capek. Loh kok…??
Akan saya ceritakan pengalaman-pengalaman seru dan letih saya takkala berlebaran bersama Sang Arcello saya ini. (more…)