jump to navigation

Anakku….Ayo Buruan Bobo’ dong…!! ( PART 2 – THE END ) 26 February 2010

Posted by arcello in Uncategorized.
trackback

DSC00099Waahh…..gawat neh kalau Cello belum bobo’ juga, pikiran saya mulai dilanda kepanikan. Kalau Cello terlambat tidur tentu saja akan berpengaruh ke kondisi tubuhnya, bisa saja ia besok pagi akan terkena demam atau pilek. Dan yang pasti , saya bakal kena omelan istri nantinya.

Secercah ide tiba-tiba nongol di kepala saya. Saya ambil mainan ayunan yang biasa Cello pakai untuk “ngadem” di teras ( see the picture…hehehehe ). Kemudian saya dudukan dia sambil saya ayun-ayunkan dengan lembut dan penuh rasa kasih sayang. Walaupun kondisi fisik saya juga sedang ngantuk-ngantuk’nya, saya paksakan juga untuk terus mengayun-ayunkan Cello sambil berdendang lagu Burung Hantu. Setelah kurang lebih 20 menit, perjuangan saya mulai menampakkan hasil. Cello mulai tertidur. Saya pun harus menunggu sekitar 5 menit-an lagi agar Cello benar-benar dalam kondisi tertidur pulas. Setelah saya yakin dia tertidur pulas, saya pindahkan Cello dari kursi goyangnya ke atas tempat tidur. Dan Alhamdullilah…Cello tertidur juga.
Puiiihhh….akhirnya selesai juga cerita semalaman bersama Cello-ku tersayang. Berbagai perasaan campur aduk jadi satu. Perasaan pertama yang nongol, setengah geram kenapa istri saya musti ikut acara  keluarga yang jelas-jelas akan memakan waktu sampai larut malam. Istri saya beralasan, kalau kagak ikut nanti takutnya bakal jadi omongan keluarga…nggak enak. Apakah keadaan Cello yang tidur larut malam kaya’ gini juga bakal jadi omongan keluarga, nggak kan…!! Aahhh…..daripada jadi ribut, akhirnya saya ijinkan istri saya untuk pergi ke acara itu. Perasaan yang kedua lebih meng-asyikkan. Ada perasaan bangga yang menyeruak di dada saya. Akhirnya saya bisa juga me’nina-bobok’an Cello yang terkenal cuman bisa bobo’ kalau ditetek’in ama mamanya doang.
Hehehe…saya bahkan membuat janji di diri, kalau istri saya sudah pulang akan saya ceritakan bagaimana seru’nya pengalaman saya buat menidurkan anak semata wayang kami itu. Walaupun sempat dilanda emosi akibat Cello tak kunjung memejamkan mata, saya belajar satu hal paling penting dalam merawat anak malam itu. Sabar…atau sing sabar. Itulah pesan yang selalu Ibunda saya sampaikan setiap kali saya habis sungkem Lebaran maupun ketika saya berpamitan buat balik ke Jakarta.
Merawat seoarang buah hati memang membutuhkan kesabaran tingkat tinggi. Kesabaran yang kadang memaksa kita untuk memendam berbagai perasaan yang sering berkecamuk, ya….sebel, ya….jengkel, ya…capek. Tapi dengan sabar kita pasti akan menuai hasil yang positif bahkan menggembirakan. Tapi hasil yang menggembirakan tadi nggak langsung datang, bisa beberapa waktu kemudian ( nah…kita harus bersabar lagi…).
Tapi jujur….dengan latihan kesabaran dalam proses merawat Cello, saya jadi mempraktekkannya dalam keseharian saya. Ketika dalam meeting saya menghadapi tekanan maupun sindiran keras, saya coba untuk sabar sambil berpikir positif. Di jalanan Jakarta yang sudah sangat terkenal dengan macetnya pun saya coba untuk sabar sambil mencari kesibukan atau hiburan diri di sela-sela kemacetan tadi.
Malam itu pun saya mengecup kening Cello permata hati saya, sambil berbisik di sebelah telinganya…terima kasih sayang….Papa jadi belajar lebih tentang arti sabar malam ini…..I LUV U.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: